Direktur Penangkaran Satwa Ilegal Dituntut 3 Tahun Penjara

Direktur CV Bintang Terang, Liau Djin Ai alias Kristin, terdakwa kasus penangkaran burung ilegal, Senin siang dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jember Akbar Wicaksana. Atas  tuntutan tersebut kuasa hukum terdakwa akan mengajukan pembelaan.

Jaksa Penuntut Umum Akbar Wicaksana dalam tuntutannya menyatakan, berdasarkan uraian fakta yang terungkap dalam persidangan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, dengan sengaja memiliki, memelihara, mengangkut dan memperdagangkan satwa dilindungi dalam keadaan hidup. Serta mengambil, merusak, dan memperdagangkan telur atau sarang satwa dilindungi, sebagaimana diatur dalam Pasal 44 , 48,49,50 dan 51 KUHP.

Pertimbangan yang memberatkan terdakwa di antaranya, terdakwa tidak pernah mengakui kesalahannya, tidak menyesali perbuatannya, berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan mempersulit persidangan. Sementara hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum. Atas pertimbangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa dengan 3 tahun penjara dikurangi masa tahanan, denda sebesar 100 juta rupiah subsider 6 bulan pidana kurungan.

Atas tuntutan jaksa tersebut, kuasa hukum terdakwa Izzat Muttaqin menyatakan akan melakukan pembelaaan, yang akan disampaikan pada agenda sidang selanjutnya. Izzat menilai materi tuntutan yang disampaikan oleh JPU, mencantumkan pendapat saksi yang tidak pernah dihadirkan dalam persidangan. Seharusnya menurut Izzat, tuntutan disusun berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan.

Selain itu Izzat juga menilai kliennya sebenarnya hanya melakukan pelanggaran administrasi, dengan tidak memperpanjang ijin penangkaran. Semestinya pemerintyah dalam hal ini bksda, melakukan pembinaan dan jemput bola apabila ada warga yang melakukan penangkaran dengan ijin yang sudah mati.

(171 views)