Bupati Akui Kecolongan Terkait Wiup Tambang Emas Blok Silo

Bupati Jember Faida mengaku kecolongan dengan terbitnya SK Menteri ESDM nomor 1802 terkait penetapan kawasan tambang yang salah satunya tambang emas blok Silo. Meski demikian Faida memastikan tidak pernah ada selembar suratpun dari pemerintah kabupaten, yang memperbolehkan dilakukannya tambang emas Silo.

 

Dalam audiensi bersama perwakilan massa dari Silo Senin siang Faida menjelaskan, hal ini terjadi akibat perubahan undang-undang, dimana kewenangan terkait pertambangan ditarik ke pemerintah propinsi. Sehingga untuk menetapkan kawasan tambang emas Silo cukup berdasarkan usulan dari Pemprov Jawa Timur.

 

Faida juga mengaku sudah mendapat informasi langsung dari menteri ESDM, bahwa SK Menteri ESDM nomor 1802 bisa dibatalkan, sepanjang ada rekomendasi dari pemerintah propinsi sebagai pihak yang mengusulkan. Namun sayangnya sampai hari ini belum ada surat rekomendasi dari Pemprov Jawa Timur yang meminta Menteri ESDM membatalkan surat keputusan tersebut.

 

Untuk menyelesaikan persoalan ini lanjut Faida, dalam waktu dekat dirinya akan ke Jakarta untuk menemui Menteri Hukum dan HAM, agar bisa difasilitasi untuk pencabutan SK Menteri ESDM nomor 1802 ini tanpa harus menunggu surat rekomendasi Pemprov Jawa Timur.

(1,106 views)