Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indarparawansa menyebutkan, tahun 2018 angka kemiskinan di Jawa Timur berada di posisi tertinggi secara nasional. Sedangkan Kabupaten Jember sendiri, angka kemiskinan pedesaannya tertinggi kedua setelah Kabupaten Malang.
Khofifah usai memberikan materi dalam Stadium General di Gedung Sutarjo Selasa siang menjelaskan, di Jawa timur terdapat 5600 Desa lebih yang membutuhkan intervensi pemerintah, karena mayoritas penduduknya berada di bawah garis kemiskinan. Bahkan berdasarkan data BPS, Jawa Timur merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk termiskin se Indonesia.
Untuk di Jawa Timur sendiri lanjut Khofifah, dari 10 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur dengan jumlah penduduk miskin pedesaan terbanyak terdapat di Kabupaten Malang, diurutan kedua Kabupaten Jember, kemudian disusul Kabupaten Sampang, Probolinggo, Bangkalan, Situbondo dan Bondowoso. Karena iru dirinya sudah berkoordinasi dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan atau TNP2K, agar bisa segera diurai penyebabnya hingga di tingkat RW untuk dicarikan solusinya.
Lebih jauh Khofifah menjelaskan, tingginya angka kemiskinan dipedesaan selalu diikuti dengan tingginya angka perkawinan diusia dini, anak putus sekolah, kematian ibu hamil dan kematian bayi. Karena itu selain menyarankan untuk penggunaan Dana Desa dan ADD secara tepat sasaran, Khofifah juga menyarankan agar perusahaan swasta digandeng melalui Badan Usaha Milik Desa.
(4.031 views)