Siswa-siswi SMP Imam Syafii STDI Jember yang ada saat ini, terancam tidak akan bisa ikut Ujian Nasional. Sebab sampai hari ini SMP Imam Syafii belum memiliki ijin operasional dari Pemerintah Daerah. Demikian disampaikan Kepala Bidang SMP Dispendik Jember Erwan Salus Prijono, dalam hearing bersama DPRD Jember Senin siang.
Erwan menjelaskan, ada beberapa syarat formal yang harus dipenuhi sebelum diberikannya ijin operasional, diantaranya ijin lembaga dari Bupati serta persetujuan sekolah negeri dan swasta disekitarnya. Ternyata sejauh ini syarat tersebut belum dipenuhi sehingga ijin operasional otomatis juga belum dikeluarkan.
Namun faktanya ketika Dispendik melakukan survey lapangan, di SMP Imam Syafii sudah ada siswa kelas 1 dan kelas 2, meski mereka membantah adanya proses belajar mengajar. Karena siswa peserta Ujian Nasional harus terdaftar dalam Dapodik, otomatis siswa yang saat ini ada di SMP Imam Syafii tidak akan bisa ikut Ujian Nasional, karena SMP Imam Syafii sendiri belum memiliki ijin operasional.
Sementara Koordinatir Topi Bangsa Baiquni Purnomo mengaku heran, bagaimana mungkin belum melakukan proses belajar mengajar tetapi sudah ada kelas dua. Pertanyaan besarnya apa yang menjadi dasar bagi SMP Imam Syafii menaikkan siswa dari kelas satu ke kelas dua, jika pendidikan kurikulum belum dijalankan.
Sebelumnya pihak stdi sendiri membantah dilakukannya pendidikan belajar mengajar di SMP Imam Syafii, karena memang ijin operasional belum turun. Mereka mengaku hanya melakukan pendidikan mengaji, untuk mengisi waktu dan menampung calon siswa yang sudah terlanjur datang dari luar kota.
(1.039 views)