Meski potensi benturan antar kelompok agama yang sempat menghangat di Kabupaten Jember berhasil diselesaikan secara damai, Ketua MUI Kabupaten Jember Halim Subahar menyayangkan tidak adanya peran serta dari Pemerintah Daerah, dalam proses penyelesaian konflik tersebut.
Jika melihat perjalanan penyelesaian polemik antar kelompok agama kemarin, Polres Jember yang paling banyak berperan aktif bersama tokoh-tokoh agama, untuk melakukan proses mediasi sehingga konflik tidak sampai meluas dan berakhir damai. Padahal konflik antar kelompok agama bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.
Harusnya menurut Halim, mestinya Pemkab selaku pemangku kebijakan juga harus hadir mencari jalan penyelesaian. Pemkab harus bisa membuat regulasi, untuk mencegah munculnya potensi konflik antar kelompok.
Diberitakan sebelumnya setelah dimediasi oleh Kapolres Jember selama 3 jam di Aula Kantor Kemenag, PCNU, MUI, Muhammadiyah, STDI dan sejumlah Tokoh Agama sepakat damai dan saling menghargai faham masing-masing, dengan tidak saling memaksakan faham kepada pihak lain.
Jika dalam perjalanannya terdapat persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik, semua pihak juga sepakat untuk mengedepankan penyelesaian melalui proses klarifikasi dan kajian ilmiah.
(911 views)