Keterlambatan Perbaikan Sekolah Rusak Akibat Perbedaan Data Dapodik

Keterlambatan perbaikan terhadap kondisi bangunan sekolah rusak, bisa jadi akibat pihak sekolah tidak melaporkan kondisi riil sekolah dalam dapodik. Demikian disampaikan Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Jember Debora Krisnawati.

Debora menjelaskan, setelah mendengar kondisi rusak berat yang terjadi di SDN Bintoro 5 di media, dirinya langsung melakukan pengecekan data Dapodik. Ternyata dalam data yang diupload oleh pihak sekolah sendiri, sama sekali tidak menyebutkan adanya kerusakan gedung. Jangankan kerusakan berat, rusak ringanpun tidak ada.

Padahal meski hampir setiap hari pihaknya turun, dasar yang dipakai untuk mengusulkan bantuan dibaca dari data Dapodik, baik usulan dari APBD maupun dari DAK. Karena itu Debora dalam setiap pertemuan bersama Kepala Sekolah, pengawas dan para guru, selalu menekankan agar mengupload data terbaru sesuai kondisi sebenarnya. Katena data inilah yang akan menjadi dasar pengusulan anggaran.

Untuk persoalan yang terjadi di SDN Bintoro 5 sendiri lanjut Debora, rencananya akan dimasukkan dalam usulan penerima bantuan rehab gedung, dalam Perubahan APBD 2018 mendatang.

Diberitakan sebelumnya akibat dibiarkan dalam kondisi rusak, 3 dari 6 ruang kelas SDN Bintoro 5 sama sekali tidak bisa digunakan. Atas kondisi ini siswa SDN Bintoro 5 harus berbagi kelas dalam melaksanakan proses belajar mengajar selama 3 tahun terakhir.

(1.081 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.