Bocah 8 Tahun Rela Kuras Tabungannya Selama 4 Tahun Untuk Membeli Tunggangan Di Surga

Berqurban di hari raya Idul Adha bagi orang dewasa mungkin menjadi hal yang biasa, namun bagi Izzat Zivin Gati Ramadhan butuh perjuangan panjang. Bocah berusia 8 tahun warga kelurahan Bintoro Patrang ini harus menyisihkan uang sakunya selama 4 tahun, agar bisa membeli kambing qurban untuk dibagikan kepada masyarakat kurang mampu.

Putra pasangan Agung “Ganong” Purwodinardi dan Betty Purnaningtyas ini menceritakan, setiap hari sejak masih TK dirinya menyisihkan uang saku antara 500 hingga 1000 rupiah, yang dimasukan dalam celengannya. Saat itu rencananya tabungan itu nantinya akan dipakai untuk membeli rumah.

tetapi niat Izzat berubah, ketika menjelang Idul Adha ayahnya melontarkan usul bagaimana jika tabungannya untuk qurban saja. Tanpa ragu Izzat mengambil 2 kaleng penuh celengannya kemudian dipecah. Ternyata setelah dihitung jumlahnya mencapai 2 juta rupiah, lebih dari cukup untuk membeli kambing qurban. Uang tersebut kemudian dipakai untuk membeli seekor kambing, dan sisa uangnya dibagikan kepada beberapa tukang becak yang sering mangkal dekat rumahnya.

Izzat mengaku sama sekali tidak sayang meski seluruh tabungannya selama 4 tahun habis untuk membeli kambing qurban. Dengan polos Izzat mengatakan dirinya yakin kambing itu tidak hilang, tetapi akan dipakai untuk tunggangannya nanti di surga. Bahkan Izzat mengaku akan mulai menabung untuk membeli kambing qurban lagi, meskipun tidak bisa untuk tahun depan.

Sementara Agung “Ganong” mengaku bangga dengan apa yang dilakukan oleh putranya. Ganong selama ini hanya mengajarkan kepada Izzat agar rajin menabung. Tetapi mungkin jiwa sosial Izzat mulai tumbuh, saat dia sering mengikuti kegiatan komunitas grebek sedekah yang digelutinya selama ini. Ganong berharap semoga apa yang dilakukan putranya, bisa menginspirasi orang lain yang sudah dewasa dan mampu, untuk berbagi dengan saudara-saudara yang kurang mampu.

(1.235 views)
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.