Kecelakaan yang menewaskan Arjo Utomo GTT asal Jenggawah, sebenarnya sudah dikhawatirkan sejak awal ketika banyak GTT dimutasi jauh dari domisilinya. Sebab kejadian serupa juga pernah dialami GTT asal Silo.
Ketua PGRI Jember Supriyono, kembali menyayangkan kebijakan mutasi GTT yang dalam kenyataannya justru menjauh dari domisilinya. Katena ketika mereka harus menempuh perjalanan jauh menuju tempat mengajar, banyak resiko yang harus dihadapi, salahsatunya resiko kecelakaan.
Padahal jauh hari sebelumnya PGRI sudah menyarankan kepada Pemkab, bahwa kebijakan tersebut sangat beresiko terutama bagi GTT yang berusia diatas 50 tahun. Karena itu Supriyono berharap segera mengeluarkan Surat Penugasan baru, dengan mempertimbangkan tempat tinggal GTT.
Terkait musibah yang dialami GTT asal Jenggawah Arjo Utomo, dalam waktu dekat PGRI akan melakukan penggalangan dana, sama seperti yang dilakukan saat Yuliana GTT asal Silo mengalami kecelakaan, saat hendak mengambil Surat Penugasan ke Pemkab Jember. Diharapkan hasil penggalangan dana tersebut bisa sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
(988 views)