PGRI menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses mutasi GTT, dan janji pemberian kenaikan honor yang disampaikan Bupati beberapa waktu lalu. Apalagi nyatanya banyak GTT yang justru dipindah jauh dari tempat tinggalnya.
Ketua PGRI Jember Supriono menilai, proses mutasi GTT terkesan acak-acakan. Selain justru banyak yang pindah jauh dari tempat tinggalnya, juga banyak terjadikesalahan data. Supriono mencontohkan GTT yang semula merupakan guru kelas, tiba-tiba dimutasi ke tempat lain menjadi guru mata pelajaran atau guru olah raga.
Belum lagi persoalan gaji tambahan seperti yang disampaikan Bupati. Honor GTT selama ini diambilkan dari dana BOS, dimana penggunaan dana BOS sendiri sudah ada aturannya dari Pemerintah Pusat. Sehingga jika dipaksakan tentu pihak sekolah yang akan kelabakan mengatur alokasi anggarannya.
Lebih jauh Supriono menyebutkan, proses mutasi ini juga terkesan tidak adil bagi GTT. PNS yang mendapat gaji dan tunjangan sertifikasi cukup besar, mayoritas di pindahkan dekat dengan tempat tinggalnya. Sedangkan GTT dengan gaji yang minim, justru dipindah ke tempat yang jauh.
(883 views)