Panitia Lokal 58 Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi atau SBMPTN Jember, menemukan indikasi adanya praktek perjokian dalam pelaksanaan ujian SBMPTN, Selasa pagi.
Koordinator Ujian Tulis Berbasis Cetak atau UTBC SBMPTN Panlok 58 Jember Ahmad Syaifullah menjelaskan, adanya indikasi praktek perjokian dalam SBMPTN sebenarnya dapat dideteksi sejak awal melakukan pendaftaran, yakni rata-rata modus yang dilakukan dengan melakukan pendaftaran sebanyak dua kali. Untuk SBMPTN Panlok 58 Jember sendiri, sebelum pelaksanaan mendapat informasi dari panitia SBMPTN Pusat, bahwa ada dua nama peserta ujian yang dicurigai melakukan praktek perjokian.
Untuk itu lanjut Syaifullah, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi dan melakukan pengawasan khusus terhadap dua peserta yang dicurigai melakukan perjokian. Kecurigaan ini nantinya akan terbukti dari berita acara dan lembar jawaban soal, saat diterima petugas. Jika memang terbukti, maka secara otimatis akan dianggap gugur.
Lebih lanjut Syaifullah menjelaskan, untuk mengantisipasi adanya kebocoran jawaban dalam pelaksanaan ujian SBMPTN kali ini, peserta yang sudah menyelesaikan ujiannya, tidak diperkenankan keluar ruangan sebelum waktunya. Selain itu, panitia juga sudah melakukan penyisiran untuk mengantisipasi adanya penggunaan kaca mata terindikasi sebagai scanner.
(1.012 views)