Bank Indonesia Jember menghimbau kepada masyarakat, untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu selama bulan Ramadan. Selain itu Bank Indonesia juga terus berkoordinasi dengan Polres Jember, untuk mengawasi peredaran uang palsu.
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo menyebutkan, biasanya momentum hari besar seperti Ramadan dan Idul Fitri, dimanfaatkan para pelaku untuk mengedarkan uang palsu.
Selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengawasi peredaran uang palsu, Hestu mengaku terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah. Sehingga ketika masyarakat mengetahui adanya uang palsu, bisa segera melapor kepada pihak berwajib.
Lebih jauh Hestu menerangkan, selama ini masyarakat lebih fokus mengawasi uang pecahan 50 dan 100 ribuan. Padahal dalam banyak kasus sudah banyak ditemukan, justru uang pecahan 10 dan 20 ribu yang dipalsukan. Karena itu hestu menghimbau masyarakat tetap memeriksa keaslian uang berapapun nilainya.
(873 views)