Polisi Pastikan Ritual Maut di Pantai Paseban Murni Musibah

IMG-20180324-WA0012

Menghilang beberapa hari, Kusnan warga Kecamatan Maron Probolingo selaku pemimpin ritual maut di Pantai Paseban beberpa waktu lalu, Senin dini hari berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Kencong, di Pasar Mangunharjo Mayangan Probolinggo. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, polisi menilai tidak ada unsur pidana dalam ritual maut tersebut.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menceritakan, setelah mengetahui 3 anggota ritual yang dipimpinnya hilang diterjang ombak, Kusnan pamit kepada istri dan anggota ritual lainnya, hendak melaksanakan istikharah. Namun ternyata, Kusnan justru menghilang dan tidak pernah kembali lagi.
Bahkan setelah polisi berkoordinasi dengan Polsek Maron yang merupakan tempat tinggalnya, ternyata Kusnan juga tidak pulang ke rumahnya. Hingga akhirnya salah satu korban ritual yang selamat bernama Rofik, memberikan informasi bahwa dirinya sedang bersama dengan Kusnan di Kecamatan Mayangan. Untuk menghindari amuk massa, saat itu juga Anggota Polsek Kencong meluncur menangkap Kusnan.

Setelah pihaknya melakukam pemeriksaan dengan mendatangkan sejumlah saksi, akhirnya penyidik menilai tidak ditemukan unsur pidana ritual maut di Pantai Paseban. Sehingga dipastikan 3 orang peserta ritual yang meninggal dunia atas nama Supri, Ahmad dan Sunari, murni karena musibah alam.

Didahapan penyidik keluarga korban juga mengaku, 100 peserta ritual maut yang satang ke Pantai Paseban murni keinginan mereka sensiri bukan karena diajak oleh Kusnan. Karena itu, Kusnan pada hari ini juga diperbolehkan kembali ke rumahnya.

(1.024 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.