Puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri dan viral di media sosial, rawan digunakan untuk kepentingan politik yang berujung kepada konflik Sara. Sebab bait puisi yang dibaca dalam video tersebut dinilai mengarah kepada penistaan agama. Demikian yang disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Jember Abdul Muiz Rabu pagi.
Kepada sejumlah wartawan Gus Muiz menjelaskan, dirinya sangat menyesalkan bait puisi mengarah kepada penistaan agama yang dibaca oleh Sukmawati Soekarno, yang merupakan tokoh sekaligus Budayawati bangsa Indonesia. Di tahun politik seperti saat ini viralnya puisi tersebut, sangat rawan digunakan untuk kepentingan politik kelompok tertentu, yang ujung-ujungnya kembali menimbulkan konflik sesama umat Islam.
Meski demikian Gus Muiz yakin masyarakat Jember memilki tingkat toleransi yang tinggi, sehingga bisa menjaga kondisifitas Kabupaten Jember. Gus Muiz juga meminta warganet di Kabupaten Jember lebih bijak menggunakan media sosial, jangan sampai justru berkomentar saling menghujat. Sebab video puisi Sukmawati ini sudah dilaporkan dan ditangi oleh pihak kepolisian.
Gus Muiz juga minta masyatakat Jember tidak melakukan provokasi, terkait viralnya puisi Sukmawati Soekarno Putri. Jangan sampai hanya karena persoalan yang masih menuai kontroversi ini, Jember menjadi tidak kondusif dengan saling menyalahkan.
(1.405 views)
