Puluhan perwakilan pelajar beserta Forpimda Kabupaten Jember, Kamis siang mendeklarasikan menolak politik uang dan politisasi sara, dalam pesta demokrasi Pilkada serentak Jawa Timur tahun 2018 mendatang. Diharapkan seluruh pemilih pemula dalam Pilkada serentak nanti, bisa menjadi pelopor adanya politik bersih tanpa uang dan embel-embel sara.
Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember Abdullah Waid menjelaskan, hingga saat ini, setiap momen Pemilu masih kerap diwarnai oleh politik uang dan sara. Akibatnya, juga tidak sedikit generasi muda bangsa Indonesia, menilai bahwa Pemilu merupakan pestanya orang-orang kaya.
Karena itu dalam acara deklarasi tolak politik uang dan politisasi sara kali ini, selain mengajak Forpimda Kabupaten Jember, Bawaslu juga mengajak puluhan perwakilan pelajaran dari kalangan mahasiswa dan siswa Kabupaten Jember. Dengan adanya deklarasi ini diharapkan, pemilih pemula minimal bisa memberikan himbauan kepada diri dan orang tuanya agar tidak menukarkan pilihan politiknya dengan uang.
Sementara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo yang turut hadir mengapresiasi adanya deklarasi tolak politik uang dan politisasi sara. Dihadapan puluhan penjara Kusworo menghimbau, agar berhati-hati dalam menggunakan media social. Bahkan jika nantinya pemilih pemula menemukan indikasi politik uang dan politisasi sara, agar bisa melaporkan ke sentra Gakkumdu Kabupaten Jember.
(951 views)
