Selama beberapa tahun terakhir kerugian akibat maraknya investasi bodong mencapai 100 Trilyun Rupiah. Demikian disampaikan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Pusat Ahmad Hidayat, dalam sosialisasi waspada investasi bodong di Hotel Panorama Jumat siang.
Menurut Ahmad, inestasi bodong terjadi secara merata hampir di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu untuk mencegah agar tidak banyak lagi masyarakat yang menjadi korban, pihaknya sedang gencar melakukan sosialisasi, agar masyarakat paham dan bisa membedakan investasi bodong dengan investasi yang aman.
Ada beberapa cara sederhana sebenarnya yang bisa dilakukan masyarakat, di antaranya tidak mudah tergiur dengan janji muluk-muluk yang sebenarnya tidak masuk akal. Atau masyarakat bisa memastikan keamanan investasi, dengan menghubungi call centre Kantor OJK setempat.
Sementara Anggota Komisi 11 DPR RI Dapil Jember-Lumajang HM Muhammad Nur Purnamasidi mengatakan, sengaja dirinya mengajak OJK dan BPK RI di masa resesnya untuk turun ke Jember, agar masyarakat Jember dan Lumajang semakin paham dan tidak mudah tertipu maraknya investasi bodong.
Sebab menurut Purnamasidi, ada masa-masa tertentu dimana masyarakat Jember dan Lumajang, cukup rawan tertipu dengan investasi bodong. Di antaranya musim panen dan musim-musim hari besar keagamaan tertentu.
(1.000 views)
