Dari 94 SMP Negeri, hanya 25 sekolah yang siap melaksanakan UNBK secara mandiri. Demikian diampaikan PLT Kepala Dispendik Jember Imam Ghozali, dalam hearing bersama Komisi D DPRD Jember Selsa pagi.
Menurut Ghozali, setelah dinas pendidikan melakukan pemetaan, dari 94 SMP Negeri yang ada di Kabupaten Jember, hanya 25 sekolah saja yang siap. Sedangkan untuk SMP Swasta, dari 232 lembaga baru 41 lembaga yang siap UNBK 2018.
Minimnya sekolah setingkat SMP yang mampu melaksanakan UNBK menurut Ghozali, karena keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh masing-masing sekolah, untuk mendukung terlaksananya Ujian Nasional Berbasik Komputer.
Pernyataan Ghozali tersebut mendapat sorotan tajam dari Ketua Komisi D DPRD Jember Muhammad Hafidi. Sebab dalam APBD 2017 lalu sudah dianggarkan pengadaan satu paket laboratorium komputer, untuk 31 SMP Negeri di setiap Kecamatan untuk kepentingan UNBK.
Mestinya jika pengadaan paket laboratorium tersebut benar-benar direalisasikan, maka SMP Negeri yang mengikuti UNBK 2018 lebih dari 31 sekolah. Namun jika melihat kondisi saat ini, Hafidi mensinyalir ada yang tidak beres dalam realisasi laboratorium komputer tersebut.
(1.073 views)
