Beberapa hari terakhir sejak peristiwa erupsi Gunung Agung, sejumlah jadwal penerbangan Garuda Indonesia mengalami penundaan atau delay. Bahkan terparah terjadi hari ini, pernerbangan dari Juanda Surabaya menuju Bandara Notohadinegoro Jember, mengalami delay hingga 4 jam.
Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Jember Edi Purnomo mengakui, memang sejak beberapa hari terakhir, jadwal penerbangan Garuda dari Surabaya menuju Jember mengalami keterlambatan. Tetapi memang keterlambatan hari ini yang paling parah sampai 4 jam.
Edi memastikan, keterlambatan bukan karena faktor cuaca. Berdasarkan keterangan dari pihak Garuda, keterlambatan terjadi karena adanya perubahan jadwal crew, sehingga butuh proses penyesuaian.
Sementara Sales Manager Garuda Indonesia Area Jember Heru Joko Satria menjelaskan, terjadinya delay bermula dari peristiwa erupsi Gunung Agung, yang menyebabkan banyak pesawat Garuda tertahan di Lombok.
Padahal pengaturan jadwal set crew pesawat dilakukan by sistem, dimana crew pesawat memiliki batasan jam terbang. Akibatnya banyak Pilot Garuda terkena rest hour, sehingga mereka tidak bisa terbang karena jadwal yang berantakan. Namun Heru memastikan hari ini merupakan hari terakhir penyesuaian perubahan schedule, sehingga hari-hari berikutnya tidak akan terjadi delay lagi.
Lebih jauh Heru menjelaskan, perubahan jadwal penerbangan ini sudah disosialisasikan kepada calon penumpang, baik melalui telfon maupun pesan singkat. Jika ada calon penumpang yang tidak bersedia menunggu, pihak Garuda akan memberikan pengembalian tiket 100 persen.
(959 views)