Polsek Tempurejo hingga saat ini, masih terus berupaya mengungkap pelaku pembalakan hutan di Taman Nasional Meru Betiri atau TNMB. Sebab, dimusim penghujan seperti saat ini, dapat menyebabkan longsor dan banjir, yang ujujg-ujungnya masyarakat sekitar yang menjadi korban.
Kapolsek Tempurejo Akp Suhartanto menjelaskan, pembalakan liar yang diduga dikoordinir secara rapi itu, sudah pasti akan merusak ekosistem di sekitar TKP. Daya serap air dan kekuatan tanahnya yang berkurang akan menjadi rawan terjadinya banjir dan tanah longsor jika turun hujan.
Padahal tepat di bawah hutan TNMB terdapat area perkebunan dan pemukiman warga di Desa Wonoasri. Sebelum kerusakan hutan bertambah parah akibat ulah tangan orang yang tidak bertanggung jawab, Suhartanto berjanji akan terus memburu para pelaku yang selama ini melakukan pembalakan hutan. Bahkan Suhartanto juga memastikan akan menindak tegas siapapun yang melakukan pembalakan hutan.
Diberitakan sebelumnya, meskipun Polsek setempat bersama TNMB dan Perhutani sering memberikan sosialisasi tentang dampak perusakan hutan. Namun perusakan hutan khususnya di area TNMB masih marak terjadi. Hal ini terungkap saat petugas gabungan menemukan 29 pohon berukuran besar yang ditebang secara ilegal oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
(950 views)