Peran Media Terhadap Ekspektasi Inflasi di Daerah Sangat Besar

Pemberitaan yang berkembang di masyarakat, memiliki dampak cukup besar terhadap ekpektasi inflasi di suatu daerah. Demikian disampaikan Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Pusat, yang juga Deputi Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir.

Menurut Iskandar, pemberitaan media massa berdampak sangat besar dalam membentuk ekpektasi harga. Dicontohkan saat muncul pemberitaan pemerintah akan mencabut subsidi LPG, tiba-tiba masyarakat melakukan pembelian besar-besaran yang justru menimbulkan terjadinya kelangkaan barang. Padahal pencabutan subsidi masih berupa wacana yang akan dibahas.

Karena begitu besarnya pengaruh pemberitaan terhadap ekpektasi inflasi, Iskandar berharap Wartawan memberitakan kondisi riil dengan jelas kepada masyarakat. Sebab jika inflasi tidak bisa terkendali, sangat mungkin akan menyebabkan terjadinya krisis ekonomi.

Meski demikian lanjut Iskandar, media tetap harus menyampaikan kritik membangun, agar tidak terlena dan mendorong pemerintah bekerja lebih baik lagi. Iskandar berharap Wartawan di daerah mampu membantu TPID, agar angka inflasi di daaerah tersebut dapat terkendali.

Apalagi dengan terbitnya Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2017, posisi kelembagaan TPID saat ini memiliki dasar hukum yang kuat. Berbeda dengan posisi TPID sebelumnya, yang keberadaannya hanya berdasarkan MoU antara Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Bank Indonesia.

(819 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.