Ribuan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap dilingkungan Dinas Pendidikan, mengancam akan melakukan aksi mogok masal kembali pekan depan, jika Bupati tidak segera memenuhi tuntutan mereka. Bahkan aksi kedua ini dipastikan akan lebih lama dibandingkan aksi pertama.
Ketua GTT-PTT Tupadi mengaku kecewa dengan sikap Bupati dan para pejabat Pemkab Jember, yang sampai hari ini belum memberikan respon atas tuntutan GTT-PTT. Padahal yang diminta hanya selembar SK Bupati, agar GTT-PTT bisa mendapatkan honor sesuai Permendikbud 26 Tahun 2017.
Sikap ini lanjut Tupadi, menunjukkan bahwa sebenarnya Bupati kurang peduli dengan kondisi dunia pendidikan. Padahal dengan aksi selama 2 hari saja, hampir seluruh sekolah mengeluh kekurangan tenaga pengajar. Jika sampai pekan depan tidak ada respon atas tuntutan ini menurut Tupadi, GTT-PTT akan kembali melakukan aksi mogok masal kedua selama satu minggu penuh.
Lebih jauh Tupadi menjelaskan, harusnya persoalan SK Bupati untuk GTT-PTT bisa dengan mudah dilakukan. Apalagi dengan SK tersebut honor yang akan diberikan kepada GTT-PTT bersumber dari Dana BOS, yang berasal dari Pemerintah Pusat.
Diberitakan sebelumnya, setelah melakukan aksi mogok kerja selama dua hari, Rabu siang puluhan perwakilan GTT-PTT dari seluruh Kecamatan mendatangi DPRD jember. Mereka mendesak DPRD membantu menjembatani, agar Bupati segera memberikan SK Penetapan GTT-PTT seperti halnya di daerah-daerah lain.
(1.101 views)