DPRD Jember Jumat besok akan meminta klarifikasi dari pihak kepolisian dan Dinas PU Cipta Karya, terkait kerusuhan antara Bonek dan PSHT yang terjadi di beberapa Kecamatan wilayah selatan, sebelum pertandingan antara Persebaya melawan Semuru FC Lumajang di JSG Rabu sore.
Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi menyayangkan terjadinya kerusuhan, yang harusnya sudah bisa diprediksi sejak awal. Sebab hari Minggu sebelumnya, terjadi bentrok antara Bonek dengan PSHT di Surabaya, yang menewaskan 2 orang Anggota PSHT. Sehingga bisa diprediksi moment di Jember menjadi ajang balas dendam bagi PSHT.
Harusnya lanjut Ayub, Pemerintah Daerah tidak perlu memberikan ijin pertandingan tersebut dilaksanakan di Jember. Apalagi yang bertanding bukan Persid atau Jember United, yang memang menjadi kebanggan warga Jember. Untuk itu Jumat besok DPRD akan meminta penjelasan dari pihak kepolisian, serta PU Cipta Karya selaku pihak yang memberikan ijin penggunaan JSG.
Diberitakan sebelumnya, Rabu siang terjadi kerusuhan antara Bonek dan PSHT, di Wilayah Jember Selatan seperti Rambipuji, Balung dan Ambulu. Diduga kuat kerusuhan ini merupakan imbas tawuran yang terjadi antara Bonek dan PSHT di Surabaya hari Minggu kemarin, yang menewaskan 2 orang Anggota PSHT.
Berdasarkan catatan pihak kepolisian, sejak Rabu pagi sekitar 15 Ribu orang Suporter Persebaya yang dikenal dengan sebutan Bonek, mulai memasuki Jember untuk menyaksikan pertandingan antara Persebaya melawan Semuru FC Lumajang.
(976 views)