Belum ada respon dari Dinas Pendidikan maupun Bupati Jember, aksi mogok kerja yang dilakukan GTT-PTT berlanjut di hari kedua. Demikian disampaikan Ketua PGRI Jember Supriyono ketidak dikonfirmasi melalui telefon selularnya Selasa siang.
Menurut Supriyono, GTT-PTT melanjutkan aksinya di hari kedua ini karena memang sejauh ini belum ada komunikasi apapun, baik dari Dinas Pendidikan maupun Pejabat Pemkab lainnya, terkait kejelasan SK Penetapan Bupati yang diminta oleh GTT-PTT.
Namun lanjut Supriyono, PGRI sudah meminta agar aksi mogok kerja tidak dilakukan lagi di hari ketiga, agar peserta didik tidak terlalu dirugikan. Namun beberapa perwakilan GTT-PTT masing-masing Kecamatan dengan didampingi Pengurus PGRI, Rabu siang akan melakukan audiensi dengan DPRD Jember, agar persoalan ini segera ada solusi.
Lebih jauh Supriyono menjelaskan, dihentikannya sementara aksi mogok GTT-PTT ini, karena PGRI banyak menerima keluhan dari guru-guru PNS. Bahkan ada satu guru yang harus mengajar 6 kelas secara bersamaan. Ini membuktikan bahwa peran GTT-PTT di sekolah-sekolah sangat vital. Bisa dibayangkan jika 4 Ribu lebih GTT-PTT mogok masal selama satu bulan, bisa dipastikan pendidikan di Kabupaten Jember kolaps.
Meski demikian menurut Supriyono, bukan berarti tidak melanjutkan aksi mogok PGRI berhenti memperjuangkan tuntutan GTT-PTT. PGRI akan jalan terus sampai apa yang diinginkan GTT-PTT dipunuhi oleh Pemerintah Daerah.
(919 views)