Menristek Dikti Ancam Tutup Perguruan Tinggi yang Melakukan Beli Ijazah

Menristek Dikti Mohamad Nasir mengancam akan memberhatikan Pimpinan Perguruan Tinggi yang terbukti melakukan pelanggaran akademik. Bahkan, jika nantinya ada Perguruan tinggi yang terbukti melakukan transaksi jual beli ijazah, nasir mengancam akan menutup Perguruan Tinggi tersebut.

Hal ini disampaikan Nasir dalam kunjungan kerjanya di Universitas Jember, beberapa waktu lalu. Kepada sejumlah wartawan Nasir membantah bahwa dirinya melakukan pencemaran nama baik terhadap Rektor Universitas Negeri Jakarta, yang saat ini sudah diberhentikan sementara. Pihaknya mengambil tindakan memberhentikan Rektor UNJ karena berdasarkan adanya sejumlah laporan dari sejumlah dosen UNJ sendiri.

Dengan adanya kasus yang terjadi di UNJ ini, Nasir meminta seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi, untuk tidak bermain main dalam proses administrasi. Jika nantinya terbukti melakukan pelanggaran akademik, bahkan sampai berani melakukan transaksi jual beli ijazah, Nasir mengancam tidak hanya Pimpinanannya yang akan diberhentikan, tetapi Perguruan Tingginya juga akan ditutup dalam jangka waktu tertentu.

Lebih lanjut Nasir menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya memberhentikan sementra Rektor UNJ, karena ada dugaan pelanggaran program akademik, dan dugaan plagiarisme di tingkat doktornya. Pasca pemberhentian itulah, banyak muncul tuduhan bahwa dirinya telah mencemarkan nama baik Rektor UNJ, bahkan ada yang mengancam akan melaporkannya ke pihak yang berwajib.

(1.155 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.