Puluhan Warga Sukowono Gruduk Kantor Desa Minta Pabrik Tahu di Daerahnya Ditutup

Dinilai menimbulkan pencemaran lingkungan, puluhan warga Dusun Potok Barat Desa Sukowono, menuntut Pabrik tahu yang ada didesanya ditutup. Apalagi warga merasa tidak pernah memberikan perstujuan atas berdirinya Pabrik tahu di lingkungan mereka.

Puluhan warga yang mendatangi Kantor Desa Sukowono Senin pagi, mengaku sering mengalami gatal-gatal, banyak hewan ternaknya mati serta tanaman mereka di sawah rusak, akibat air yang mengalir di sungai tercemar limbah pabrik tahu.

Eko salah satu warga setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini menduga, Pabrik tahu yang ada di desanya tidak mengantongi ijin resmi, karena warga tidak pernah merasa memberikan perstujuan. Suasana makin memanas, ketika warga menuding ada keterlibatan Pemerintah Desa, yang melindungi berdirinya pabrik tersebut.

Mendengar tudingan Tersebut Kepala Desa Sukowono Zulkifli, langsung memerintahkan Perangkat Desa mengambil Al Quran. Zulkifli minta seluruh perangkat mengambil sumpah, untuk menyakinkan masyarakat tidak ada keterlibatan Perangkat Desa.

Saat dikonfirmasi Zulkifli mengatakan, pihaknya juga tidak tahu terkait perijinan pabrik tahu yang dikeluhkan warga tersebut. Jika memang terbukti ada Perangkat Desa yang menerima suap atas berdirinya Pabrik itu, Zulkifli berjanji akan langsung memecatnya.

Untuk meredam aksi massa, Zulkifli akan berkirim surat meminta mulai besok Pabrik tahu tersebut tutup sementara. Selanjutnya pemilik Pabrik tahu akan diundang ke Kantor Desa, untuk dimediasi dengan warga. Diharapkan dari pertemuan tersebut bisa diperoleh solusi, agar warga tidak merasa terganggu dan Pabrik tahu juga bisa terus beroperasi.

(1.274 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.