Tidak ada kewajiban bagi sekolah untuk melaksanakan Full Day School, karena sekolah yang lebih tahu kondisi dan kebutuhan di lapangan. Demikian disampaikan Presiden Jokowi, usai menghadiri penyerahan simbolis Kartu Indonesia Pintar, di SMP Negeri 7 Jember Minggu siang.
Kepada sejumlah wartawan Jokowi menyampaikan, sekolah yang selama ini sudah memberlakukan 5 hari silahkan dilanjutkan, tetapi untuk yang masih 6 hari sekolah, tidak harus mengikuti menjadi 5 hari. Intinya menurut Jokowi, tidak ada paksaan untuk memberlakukan 5 hari sekolah. Silahkan masyarakat dan sekolah menentukan sendiri, karena sekolahlah yang paling tahu kondisi di lapangan.
Untuk payung hukum terkait FDS lanjut Jokowi, saat ini sedang dipersiapkan Perpresnya. Jokowi mengakui banyak pihak mendesak dirinya segera menerbitkan Perpres. Tetapi yang harus dipahami, butuh waktu untuk melakukan kajian, agar perpres yang dikeluarkan nanti tidak salah.
Sementara Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendi yang juga ikut mendampingi Kunjungan Presiden ke Jember menjelaskan, tidak benar jika dipahami kebijakan 5 hari sekolah melemahkan Pendidikan Diniyah. Justru dengan 5 hari sekolah, pendidikan kediniyahan nantinya akan dihitung dan masuk dalam Kurikulum Pendidikan.
(1.560 views)