Khawatir lapak dagangannya digusur Satpol PP, belasan perwakilan PKL Kampus Selasa siang mendatangi Komisi A DPRD Jember. Mereka mengeluhkan adanya rencana penggusuran PKL Kampus oleh Pemkab, yang tidak didahului dengan sosialisasi sebelumnya.
Yamjani salah satu PKL Kampus yang sudah berdagang sejak tahun 2007 lalu mengatakan, selama ini Pemkab maupun pihak Universitas Jember, tidak pernah memberikan sosialisasi apapun terkait rencana penggusuran PKL. Padahal mayoritas PKL tidak memiliki pekerjaan lain, selain berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Yamjani yang mengaku harus menanggung beban hidup rumah tangganya seorang diri ini juga mengaku keberatan, jika akan di relokasi ke tempat yang terlalu jauh dari tempatnya berdagang saat ini. Sebab dirinya tidak memiliki kendaraan, sehingga setiap hari harus berjalan kaki dari rumahnya di Gebang ke Kampus.
Usai menerima keluhan perwakilan PKL ini, Komisi A DPRD Jember langsung berkeliling sekitar Kampus, untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Menurut Ketua Komisi A DPRD Jember Mashuri Haryanto, ternyata memang Pemkab selama ini belum pernah memberikan sosialisasi kepada PKL. Sehingga para PKL tidak memiliki persiapan, kemana mereka harus pindah.
Bahkan lanjut Mashuri, Pemkab sama sekali tidak memiliki konsep yang jelas terkait rencana relokasi PKL Kampus. Hasil temuan Komisi A dan keluhan para PKL tersebut, akan dilaporkan kepada Pimpinan DPRD. Sehingga dalam waktu dekat Pimpinan DPRD akan kembali memanggil OPD terkait.
Pada prinsipnya menurut Mashuri, jangan sampai material pembangunan yang dibeli dari uang rakyat, justru dimanfaatkan oleh Pemkab untuk menhentikan mata pencaharian rakyat.
(943 views)