Jika sebelumnya penyerapan anggaran diakhir semester pertama mencapai 45 sampai 55 persen, tahun ini penyerapan anggaran Kabupaten Jember hingga akhir semester pertama hanya sebesar 26 persen, itupun terbanyak untuk belanja pegawai.
Menurut Wakil Ketua Dprd Jember Ayub Junaedi, jika dilihat dari nilainya, anggaran yang terserap sampai saat ini baru 900 Milyar. Sehingga masih ada anggaran 2,7 Trilun Rupiah yang masih belum dibelanjakan, dan harus habis hingga akhir Desember mendatang.
2,7 Trilyun rupiah tersebut lanjut Ayub, belum termasuk dana Silpa tahun lalu sebesar 649 Milyar Rupiah. Hal ini sesuai laporan keuangan yang disampaikan oleh Bupati, dalam laporan Penggunaan APBD semester pertama. Ayub khawatir Pemkab tidak bisa menghabiskan anggaran tersebut hingga akhir tahun anggaran, yang ujung-ujungnya masyarakat tidak bisa menikmati uang rakyat tersebut.
Lebih jauh Ayub menjelaskan, beberapa kali Bupati menyampaikan ke DPRD, hampir setiap hari dirinya harus kerja lembur sampai jam 2 malam. Ayub bertanya-tanya apa yang dikerjakan Bupati jika ternyata penyerapan anggaran masih sangat rendah.
Ayub menduga rendahnya penyerapan anggaran ini, akibat pelaksanaan seluruh kegiatan Pemkab tersentral kepada Bupati. Sehingga Organisasi Perangkat Daerah tidak memiliki kesempatan, untuk berkreasi untuk memaksimalkan kinerjanya.
(833 views)