Bupati Dinilai Tidak Konsisten Dalam Pencairan Hibah Dan Bansos

Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi menilai, Bupati Faida dalam jawabannya atas pandangan umum fraksi, terlihat jelas tidak konsisten dengan ucapannya sendiri. Hal ini disampaikan Ayub terkait pencairan dana hibah dan bansos APBD 2016.

Dalam jawabannya Bupati menyatakan, tidak cairnya dana hibah dan bansos untuk sekitar 920 lembaga, karena tidak sesuai ketentuan dan berpotensi menimbulkan implikasi hokum. Ayub mengapresiasi statement tersebut.

Namun dalam kenyataannya, Bupati justru mencairkan hibah dan bansos untuk 5 lembaga yakni Jember United, PCNU, Jember Fashion Carnaval, Jember Marching Band dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, yang dalam laporan hasil pemeriksaan BPK dinilai menyalahi ketentuan. Menurut Ayub, Bupati sebagai eksekutor anggaran harus bertanggung jawab atas temuan BPK tersebut.

Dalam pidatonya Bupati Faida menyampaikan, penyumbang terbesar tingginya silpa Kabupaten Jember, karena tidak bisa dicairkannya dana hibah dan bansos untuk 920 lembaga senilai 73 Milyar Rupiah. Dirinya tidak berani mencairkan dan ahibah dan bansos tersebut, karena khawatir akan berimplikasi hukum di kemudian hari.

(986 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.