anggota fraksi Gerindra DPRD Jember Alfian Andri Wijaya menduga, ada unsur kesengajaan bupati mempersulit pencairan anggaran, dan tidak melaksanakan progam pembangunan dalam APBD 2016.
hal ini disampaikan aLfian menanggapi pernyataan bupati kepada media, terkait besarnya sisa lebih penggunaan anggaran atau Silpa tahun anggaran 2016 lalu. kepada wartawan bupati mengatakan, tingginya Silpa merupakan kesempatan bagi kabupaten Jember untuk melakukan pembangunan infrastruktur.
Statement tersebut menurut Alfian justru menunjukkan kepada publik, bahwa bupati sengaja tidak merealisasikan APBD 2016 untuk menumpuk modal, bagi pembangunan yang akan direncakannya sendiri. Alfian menilai apa yang dilakukan bupati jelas-jelas tidak menghargai APBD yang sudah di sahkan menjadi peraturan daerah.
Sebelumnya bupati Jember Faida usai mengikuti sidang paripurna DPRD Jember Rabu siang mengatakan, Silpa tahun 2016 senilai 649 milyar yang merupakan Silpa terbesar sepanjang sejarah Jember tersebut, merupakan kesempatan bagi kabupaten Jember untuk melakukan pembangunan yang belum dianggarkan.
Faida juga menyatakan dirinya akan memprioritaskan penggunaan dana Silpa itu untuk pembangunan infrastruktur, yang akan dianggarkan dalam perubahan APBD 2017 mendatang.
(905 views)