Warga Talangsari dan Tokoh NU Tolak Kehadiran Penceramah Yang Dinilai Sering Menebar Kebencian

Sejumlah Pengasuh Pondok Pesantren, tokoh NU dan masyarakat Talangsari, menolak pengajian yang menghadirkan penceramah yang sering menebar kebencian dan bertentangan dengan keyakinan Nahdlatul Ulama.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember Ayub Junaedi mengatakan, beberapa Pengasuh Ponpes, tokoh NU dan masyarakat Talangsari jumat siang menggelar pertemuan di Pondok Astra, untuk membicarakan rencana pengajian di Masjid Al-Mutaqin Talangsari 4 April tersebut.

Hasilnya lanjut Ayub, masyarakat dan para Pengasuh Pondok sepakat menolak kehadiran peneramah yang dinilai sering menebar kebencian, dan menyalahkan keyakinan Nahdlatul Ulama. Masyarakat menurut Ayub, bukan menolak pengajiannya tetapi kehadiran peneramah tersebut yang dipersoalkan.

Sebab jika materi ceramah yang akan disampaikan nanti berseberangan dengan keyakinan Nahdlatul Ulama, dikhawatirkan justru akan menyebabkan konflik horisontal di Talangsari, yang mayoritas merupakan warga Nahdliyin.

lebih jauhAyub menerangkan, dirinya bersama beberapa Pengasuh Pondok sudah menyampaikan Surat Pernyataan kepada Kapolres Jember, sebagai bahan pertimbangan. Jika ternyata penceramah tersebut tetap hadir dalam pengajian tanggal 4 april nanti, Banser dan para santri yang sejak sore akan berada di Ponpes Astra, akan langsung mendatangi lokasi acara tersebut.

sementara salah satu ulama yang juga menandatangani penolakan tersebut KH. Hamid Hazbullah mengatakan, masjid tempat diselenggarakannya pengajian itu berada di lokasi  yang sejak lama menjadi ikon ahli sunnah wal jamaah al asy’riah di Jember. Sehingga jika bertentangan dengan NU sebaiknya tidak dilaksanakan dilokasi tersebut.

Yang lebih panting lagi menurut KH Hamid Hazbullah,  ada banyak persoalan yang menyangkut amaliah yang rentan terhadap warga nahdliyin. Meski demikian lanjut KH Hamid Hazballah, nahdliyin terbuka dan membuka diri  bagi berlangsungnya dialog.

(2.395 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.