Staf khusus kementerian sosial Mas’ud Said menilai, birokrasi pemerintahan kabupaten Jember masih belum produktif. Bahkan berkali-kali bupati meminta masukan kepada kementerian sosial, tapi ternyata beberapa progam tetap belum dijalankan.
Mas’ud Said ketika menghadiri undangan forum group discussion yang diadakan PMII cabang Jember mengatakan, bupati Jember sebenarnya sudah aktif meminta masukan kepada kementerian sosial, terkait bagaimana menjalankan progam dengan baik. Tetapi setelah diberikan arahan, ternyata Pemkab Jember belum bisa menjalankan progam. Bahkan lebih parah lagi beberapa progam justru tidak jalan sama sekali.
Mas’ud berharap bupati Jember sebagai penggerak mesin birokrasi, dapat lebih selektif dalam menempatkan pejabat eselon 1, 2 dan 3 sesuai bidang keahliannya. Bupati juga harus bisa membangun kerjasama dengan akademisi dan praktisi. Jika hal tersebut tidak dilakukan, Mas’ud pesimis bupati mampu merealisasikan 22 janji kerjanya.
Mas’ud yakin jika mesin birokrasi kabupaten Jember sudah bisa berjalan dengan baik, tidak akan ada hambatan dalam menjalankan progam pembangunan. Sebab 31 kementerian siap membantu daerah, namun tentu saja keberhasilan daerah dalam menjalankan progam kementerian menjadi salah satu tolak ukurnya.
(1.162 views)