Meski sebelumnya sempat menyatakan bahwa pihaknya mencoret rekanan yang memiliki riwayat pekerjaan buruk, namun dalam hearing bersama Komisi C DPRD Jember Selasa siang Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumberdaya Air Rasyid Zakaria, menyatakan bahwa adanya sejumlah rekanan yang tidak mendapat paket pekerjaan, hanya karena keterbatasan proyek.
Dihadapan Komisi C DPRD Jember dan Masyarakat Jasa Konstruksi Selasa siang Rasyid menjelaskan, 393 rekanan memang sudah menyerahkan company profile ke Dinas PU Bina Marga. Bahkan seluruhnya dinyatakan lulus verifikasi.
Namun dengan pertimbangan kecukupan biaya, hanya sekitar 180 rekanan yang mendapatkan masing-masing 3 paket pekerjaan. Sehingga menurut Rasyid, tidak benar jika ada oknum di PU Bina Marga yang bermain-main. Adanya sejumlah rekanan yang tidak kebagian pekerjaan, murni hanya karena memang jumlah paket yang tidak cukup. Meski demikian untuk rekanan yang belum kebagian, akan di prioritaskan dalam perubahan APBD mendatang.
Sementara Koordinator Masyarakat Jasa Konstruksi Agustono mengatakan, pihaknya belum menemukan jawaban terkait dasar PU Bina Marga, dalam memilih rekanan yang berhak mendapat paket maupun yang tidak.
Untuk itu lanjut Agustono, pihaknya akan terus memantau sejauh mana keterbukaan yang dijanjikan Kepala Dinas PU Bina Marga. Sebab dalam forum dengar pendapat disepakti, dalam waktu dekat PU Bina Marga akan memaparkan secara gamblang, rekanan mana yang mendapat paket, dimana saja titik pekerjaannya dan berapa nilai yang diberikan.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumberdaya Air Rasyid Zakaria menyebutkan, sesuai aturan pejabat pengadaan mengundang rekanan yang dinilai mampu melakukan penawaran dan pekerjaan, dengan memasukkan company profile.
Kemudian dilakukan proses verifikasi, dimana pejabat pengadaan akan mencoret rekanan yang dinilai pekerjaannya masih abu-abu, ataupun rekanan yang memiliki riwayat pekerjaan buruk. Sebab menurut Rasyid, dirinya ingin memiliki rekanan yang benar-benar qualified.
(1.178 views)