Anggota komisi D DPRD Jawa Timur Ahmad Hadinuddin, mengingatkan Pemkab Jember agar mampu memanfaatkan jalur lintas selatan secara maksimal, untuk menandingi pergerakan ekonomi ketika tol pantura yang menghubungkan Probolinggo Banyuwangi dibuka.
Menurut Hadi, tol sepanjang 170 kilometer tersebut nantinya tidak akan melewati kabupaten Jember. Sehingga jika JLS tidak dimanfaatkan secara maksimal, bisa dipastikan kabupaten Jember dan Lumajang akan tertinggal jauh dengan Banyuwangi.
Dengan dibukanya tol pantura Probolinggo Banyuwangi yang akan direalisasikan tahun 2017 ini, ditambah lagi dengan peningkatan frekuensi penerbagan bandara Blimbingsari, Banyuwangi akan menjadi sentra wisata sebelum memasuki Bali. Karena itu Jember dan Lumajang harus mampu memaksimalkan JLS.
Untuk penyelesaian JLS sendiri menurut Hadinuddin, dana dari Islamic Development Bank senilai 750 milyar rupiah sudah mulai direalisasikan. Sementara dirinya mendapat informasi bahwa proses pembebasan lahan di kabupaten Jember juga sudah mulai berjalan. Ditargetkan seluruh proses pembangunan JLS akan tuntas di tahun 2018 mendatang.
(3.523 views)