67 orang siswa SMA terpaksa harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer atau Unbk susulan, karena terjadinya gangguan jaringan dan kesalahan siswa saat mengerjakan soal ujian.
Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Cabang Jember Lutfi Isa Ansori menjelaskan, meski sudah dilakukan simulasi Unbk hingga 3 kali, ternyata masih saja terjadi kesalahan dan kendala tehnis. Sebab memang Unbk baru pertama kali dilaksanakan tahun 2017 ini.
Diantaranya lanjut Lutfi, masih banyak siswa yang tidak paham betul cara mengerjakan soal, sehingga terjadi kesalahan sejak awal hingga ujian berakhir. Parahnya lagi siswa yang bersangkutan tidak berani melapor kepada petugas karena malu.
Selain kesalahan yang memang dilakukan siswa karena kurang paham, gangguan tehnis jaringan juga masih terjadi. Diantaranya signal internet lemah, sehingga mengganggu siswa ketika mengerjakan soal ujian.
Hasil evaluasi pelaksanaan Unbk ini menurut Lutfi, akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, sehingga ada perbaikan jaringan maupun sistem simulasi terhadap siswa, agar persoalan serupa tidak terulang di tahun 2018 mendatang.
(978 views)