Komisi A DPRD Jember minta dinas PU Cipta Karya dan Pemukiman Pemkab Jember menutup lubang trotoar atau minimal memberikan tanda, agar peristiwa hanyutnya siswa SMP Negeri 1 tidak terulang kembali.
Ketua Komisi A DPRD Jember Mashuri Haryanto menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Seharusnya menurut Mashuri, peristiwa ini tidak perlu terjadi jika ada penutup atau minimal papan peringatan.
Sebab memang di sekitar Armed selalu terjadi banjir genangan hingga menutup badan jalan dan trotoar, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga jika tidak ada papan peringatan, kondisi tersebut bisa menjadi jebakan bagi pejalan kaki. Untuk itu dalam waktu dekat Komisi A akan memanggil dinas PU Cipta Karya agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.
Diberitakan sebelumnya siswa SMP Negeri 1 Jember Egar Deta Intisari terperosok ke dalam lubang trotoar di depan Armed, dan terseret arus Sabtu pekan lalu. Setelah dilakukan pencarian oleh para relawan dan tim SAR gabungan, jenasah Egar di temukan di pantai Nanggelan 3 hari kemudian.
(1.289 views)