Badan penanggulangan bencana daerah minta seluruh relawan tanggap bencana menahan diri dan berkoordinasi dengan BPBD sebelum terjun ke lokasi bencana. Hal ini dinilai perlu dilakukan untuk memastikan seluruh relawan yang terjun ke lokasi bencana untuk aksi kemanusiaan.
Kepala BPBD Jember Joko Santoso menjelaskan, sejauh ini relawan resmi BPBD Jember memang hanya berjumalah 100 orang. Tetapi ketika turun ke lokasi bencana relawan BPBD selalu dibantu relawan dari berbagai komunitas, ormas bahkan partai politik. Relawan berbasis komunitas tersebut yang sudah berkoordinasi dengan BPBD saat ini sudah mencapai 20an komunitas.
Joko berharap relawan tanggap bencana berbasis komunitas berkoordinasi terlebih dahulu dengan BPBD sebelum turun ke lokasi bencana. Dengan mekanisme ini Joko berharap relawan yang terjun ke lokasi bencana murni atas dasar kemanusiaan, tanpa ada kepentingan masing-masing kelompok tertentu.
Sebelumnya BPBD Jember berencana melakukan pelatihan dan sertifikasi relawan bencana, yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan BNPB. pelatihan ini dilakukan agar seluruh relawan memiliki standarisasi yang jelas dan siap diturunkan ke lokasi bencana sesuai dengan kemampuan tehnis masing-masing.
(1.074 views)