Ketua Komisi D DPRD Jember Selasa siang berang, setelah mengetahui langsung terjadinya kekosongan sejumlah obat di RSD Subandi Jember. Mestinya jika direncanakan dengan matang, tidak mungkin rumah sakit dengan anggaran operasional senilai 160 milyar kehabisan stock obat.
Ketika dikonfirmasi melalui telefon selularnya ketua Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi mengaku sudah mengecek langsung ke RSD Subandi Selasa siang. Hafidi mengaku kaget, ketika mendapati sejumlah pasien diminta menebus obat ke apotik di luar rumah sakit, dengan alasan stock obat di rumah sakit sudah habis.
Padahal lanjut Hafidi, tahun 2016 DPRD Jember memberikan alokasi anggaran 160 milyar rupiah lebih, untuk kebutuhan operasional RSD Subandi. Anggaran tersebut sesuai dengan perencanaan anggaran yang diajukan oleh rumah sakit sendiri. Sehingga ketika saat ini terjadi kekosongan stock, Hafidi mempertanyakan sistem perencanaan yang dilakukan pihak rumah sakit.
Atas temuan ini Hafidi berjanji akan segera memanggil kepala Dinas Kesehatan dan pimpinan RSD Dokter Subandi. Sementara humas RSD Subandi Jember Justina Evi hingga berita ini diturunkan belum berhasil di konfirmasi. Ketika dihubungi telefon selularnya terdengar nada panggil namun tidak diterima.
(1.062 views)