Puluhan suporter Persid Jember yang tergabung dalam Berni, Selasa siang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati dan kantor dinas pemuda dan olah raga Jember. Mereka menuntut dana hibah kepada klub sepak bola Persid dan Jember United segera dicairkan.
Korlap aksi Ahmad Fatoni mengatakan, selama ini Persid dan Jember United vakum kegiatan, akibat tidak adanya aliran dana bantuan dari pemerintah daerah sejak Januari 2016 lalu. Bahkan untuk mengikuti sejumlah tournamen sepanjang tahun 2016, murni hanya menggunakan dana sumbangan masyarakat.
Fatoni menduga pemkab sengaja berniat mematikan persepakbolaan di Jember, dengan tidak mencairkan dana bantuan tersebut. Terbukti berkali-kali Persid mempertanyakan pencairan dana hibah kepada dinas pemuda dan olah raga, namun sampai hari ini tidak pernah ada kejelasan.
Sementara pelaksana tugas kepala dinas pemuda dan olah raga Jember Dedi Nur Ahmadi, membantah pemkab sengaja mematikan persepakbolaan di Jember. Bahkan Dedi mengaku sudah mengalokasikan anggaran hibah untuk Persid di tahun 2017 mendatang.
Namun untuk hibah Persid tahun 2016, Dedi mengaku sudah melalui prosedur pengajuan yang ditentukan, namun masih ada kendala yang sudah diketahui oleh pengurus Persid. Dedi menegaskan keputusan kapan dana tersebut dicairkan, menjadi kewenangan bupati sebagai pimpinan tertinggi di pemkab Jember.
(1.528 views)