Meski Bulog sempat kesulitan melakukan penyerapan akibat tingginya harga beras, pada bulan oktober harga beras justru mengalami penurunan, sehingga menjadi salah satu komoditas penyumbang deflasi.
Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Jember Candra Birawa menjelaskan, sebelumnya harga gabah dipasaran memang melambung tinggi, antara 4.100 sampai 4.200 rupiah perkilogram.hal ini terjadi karena distribusi gabah di pasaran sepenuhnya dikuasai swasta.
Bulan oktober lanjut Candra, stock gabah di gudang swasta melimpah sehingga mereka mengeluarkan stock yang ada ke pasaran. Akibatnya stock dipasaran terlalu banyak yang menimbulkan terjadinya penurunan harga. Inilah yang kemudian menjadi pemicu terjadinya deflasi di Kabupaten Jember.
Sebelumnya Bulog Sub Divre 11 Jember mengaku kesulitan menyerap gabah petani, karena harga pokok penjualan yang ditetapkan pemerintah, lebih murah dibandingkan harga di tingkat petani. Sebab dalam kenyataannya, pihak swasta selalu berani membeli gabah petani di atas HPP Bulog.
Sigit
(872 views)