Dinas kesehatan Jember membantah telah melakukan uji sampel air yang digunakan PKL jalan Jawa. Sehingga berkembangnya isu bahwa air yang digunakan PKL mengandung virus hepatitis, bukan berdasarkan data resmi dinas kesehatan Jember.
Demikian yang disampaikan kepala bagian humas dinas kesehatan Jember Yumarlis Rabu siang. Yumarlis menjelaskan, pihaknya memiliki prosedur dan kode etik dalam melalukan uji sampel, terlebih jika menyangkut hajat hidup masyarakat umum. Sebelum melakukan uji sampel lanjut Yumarlis, selain melayangkan surat pemberitahuan, dinas kesehatan juga harus memastikam orang yang bersangkutan bersedia untuk diuji.
Selama ini lanjut Yumarlis, dinas kesehatan Jember belum ada agenda melakukan uji sampel air PKL jalan Jawa. Sehingga bisa dipastikan isu hasil uji sampel yang mencatut dinas kesehatan Jember terkait air yang digunalam PKL, merupakan rekayasa orang yang tidak bertanggung jawab.
Yumarlis menjelaskan, penyebaran virus hepatitis tidak hanya disebabkan air yang digunakan PKL, tetapi bisa juga menular melalui semua minuman dan makanan yang tidak higienis. Penularan hepatitis menurut Yumarlis juga bisa akibat kontak langsung dengan penderita.
(898 views)