Badan Anggaran DPRD Jember minta badan pendapatan daerah melakukan pengadaan alat dengan tehnologi terbaru, untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya kebocoran dari sektor pendapatan.
Dalam pembahasan KUA PPAS APBD 2017 Rabu siang, wakil ketua DPRD Jember Ayub Junaedi menilai selama ini masyarakat hanya menyoroti kemungkinan terjadinya kebocoran anggaran belanja. Sementara kebocoran pendapatan sulit terdeteksi.
Ayub mencontohkan pendapatan dari sektor pajak hotel dan restauran sebesar 10 persen, yang disinyalir hanya ditarik berdasarkan asumsi. Padahal pajak tersebut mestinya di tarik berdasarkan penjualan riil setiap harinya. Dengan peralatan bertehnologi canggih ini, kemungkinan terjadinya kongkalikong antara petugas dengan pihak pengusaha bisa diminimalisir.
Sementara pejabat yang ditugaskan oleh bupati untuk mewakili Bapenda Mirfano, sepakat dengan usulan Ayub Junaedi. Dengan alat khusus yang langsung terkoneksi dengan kasir hotel dan restauran ini, Mirfano optimis bisa meningkatkan pendapatan daerah hingga 10 sampai 20 persen.
(904 views)