Pengusaha Jasa Konstruksi pesimis proyek infrastruktur dalam perubahan APBD bisa dilaksanakan. Dengan mepetnya waktu, pelaksanaan proyek infrastruktur dinilai sangat beresiko.
Salah satu pengusaha jasa konstruksi Jember Eko Hariono menjelaskan, pekerjaan jasa konstruksi berbeda dengan pengadaan barang. Dalam jasa kontruksi dibutuhkan waktu yang ideal, agar kualitas infrastruktur yang dikerjakan sesuai dengan yang diharapkan.
Karena itu melihat mepetnya waktu apalagi kabarnya P-APBD belum dibahas, Eko pesimis proyek infrastruktur dalam P-APBD nantinya bisa dilaksanakan. Karena sejumlah proses administrasi, lelang, dan pencairan termin semua butuh waktu. Jika di paksakan Eko khawatir baik rekanan maupun Pemerintah Daerah selaku pemberi pekerjaan, sama-sama mendapat resiko.
Eko berharap di awal tahun anggaran 2017 mendatang, PEMKAB Jember sudah mempersiapkan Rencana Pembangunan Infrastruktur dan proses lelang. Dengan dilakukannya proses lelang di awal tahun, Eko yakin pekerjaan infrastruktur pembangunan di Jember bisa selesai tepat waktu, dengan kualitas yang sangat memuaskan.
Sigit
(895 views)