Memperingati Hari Tani Nasional, ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Independent, Selasa pagi melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Jember. Mereka menuntut pemkab serius menyelesaikan persoalan agraria di Kabupaten Jember.
Menurut Koordinator Aksi Muhammad Jumain, Serikat Tani Independent mendesak bupati segera membentuk tim independent, untuk menyelesaikan permasalah agraria. Selama ini Jumain menilai pemkab main-main, dalam menyikapi persoalan agraria yang ada di Jember.
Sudah sejak lama lanjut Jumain, petani mendapat perlakuan tidak adil dengan adanya grand project, yang merupakan produk kebijakan Belanda. Seharusnya produk Belanda tidak lagi dipakai, karena sudah 71 tahun Indonesia merdeka.
Sementara salah satu Anggota Komisi A DPRD Jember David Handoko Seto, menyatakan siap berada di barisan depan, untuk memperjuangkan hak-hak petani. David juga mendesak bupati segera mewujudkan janji politiknya seperti saat kampanye lalu. Tetapi lanjut David, petani juga harus siap bersinergi dengan Pemkab Jember, untuk mewujudkan performa agraria di Kabupaten Jember.
Pernyataan dari Komisi A DPRD Jember ini, dibenarkan oleh anggota Tim Reforma Agraria Kantor Staf Kepresidenan Tri Candra Aprilianto. Menurut Candra, untuk percepatan performa agraria, selain sinergi antara petani dengan SKPD terkait, juga diperlukan pembinaan kepada petani, jangan sampai petani menjual tanah miliknya kepada pengusaha, dengan alasan ekonomi.
Sementara menurut Kepala Badan Pertanahan Nasional Koes Widarbo, urusan keputusan agraria tidak hanya berada di tangan middle manager setingkat menteri, tetapi juga berada di tangan presiden sebagai top manajer.
Rusdi
(884 views)