Dampak pendidikan gratis sudah mulai dirasakan. Sejumlah sekolah mengaku terpaksa menggunakan dana tabungan siswa, untuk membayar gaji tenaga honorer, yang selama ini diambilkan dari sumbangan orang tua siswa.
Ketua Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi, mengaku menerima laporan dari sejumlah sekolah terkait persoalan ini. Hafidi menyadari jika kemudian sekolah melakukan langkah ini, karena mereka juga kebingungan dari mana mendapat anggaran untuk gaji honorer.
Dinas Pendidikan lanjut Hafidi, selama ini mengatakan sudah ada alokasi anggaran untuk tunjangan tenaga pendidik. Tetapi kenyataannya sampai hari ini tunjangan tersebut tidak pernah ada. Inilah menurut Hafidi yang menimbulkan keresahan di sejumlah sekolah khususnya tenaga honorer.
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Jember Subadri Habib, mengaku belum mendengar adanya sekolah yang menggunakan tabungan siswa untuk gaji honorer. Bahkan Subadri mengaku belum ada satupun keluhan dari pihak sekolah, yang masuk ke Dinas Pendidikan.
Sebenarnya untuk tunjangan tenaga pendidik lanjut Subadri, pemerintah daerah sudah menyediakan alokasi anggaran dalam APBD, setiap orang sebesar 300 ribu rupiah perbulan. Dana itulah yang menurut Subadri akan segera di cairkan.
Dalam kesempatan tersebut Subadri juga membantah telah memanggil beberapa kepala sekolah, yang tetap menerima sumbangan dari orang tua siswa. Subadri menduga pemanggilan dilakukan oleh kepala bidang hanya untuk klarifikasi.
Sigit
(1.055 views)