Luas areal tanam tembakau kasturi di Kabupaten Jember, tahun ini turun tajam. Dari luas areal tanam 10 ribu hektar 2015 lalu, saat ini hanya tersisa kurang dari 2 ribu hektar. Itupun masih belum tentu bisa panen maksimal, mengingat cuaca yang tidak menentu.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kasturi Jember Abdurahman menjelaskan, akibat cuaca yang tidak menentu dan penurunan harga tembakau, banyak petani beralih dari menanam tembakau kasturi ke tanaman jagung dan kedelai. Selain pola tanam lebih mudah, resiko kerugian menanam jagung dan kedelai juga lebih kecil, karena biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih murah.
Saat ini lanjut Abdurahman, luas areal tanam tembakau kasturi di Jember hanya tinggal 4 ribu hektar. Dari 4 ribu itupun banyak yang mengalami kegagalan di awal tanam, sehingga efektif yang tersisa hanya 1500 sampai 2 ribu hektar. Abdurahman memastikan hasil panen tahun ini, tidak akan mampu memenuhi permintaan pasar.
Lebih jauh Abdurahman menjelaskan, meski ketersediaan tembakau kasturi di Jember sangat sedikit, dirinya tidak bisa menjamin harga tembakau melambung tinggi. Sebab hasil panen nanti masih bergantung kepada cuaca. Jika curah hujan tinggi hingga akhir tahun, tentu hasil panen petani tidak bisa maksimal, yang pada akhirnya berpengaruh pada rendahnya harga jual.
Sigit
(1.151 views)