Selain karena disparitas harga antara gas elpiji bersubsidi dan non subsidi terlalu jauh, untuk mengurangi beban APBN pemerintah mewacanakan pencabutan subsidi gas elpiji 3 kilogram.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Hariadi, usai menghadiri workshop penggunaan gas kota yang diselenggarakan perusahaan gas negara di Hotel Aston Rabu siang. Menurut Bambang, disparitas harga elpiji bersubsidi dan non subsidi yang terlalu jauh, banyak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.
Di beberapa daerah juga sudah banyak ditemukan, kasus agen elpiji mengoplos elpiji bersubsidi ke non subsidi, untuk mendapat keuntungan yang lebih tinggi. Karena itulah pemerintah mewacanakan pencabutan atau minimal mengurangi subsidi gas elpiji. Selain untuk menghindari kecurangan, juga untuk mengurangi beban APBN.
Karena itulah lanjut Bambang, beberapa waktu lalu pertamina mengajukan usulan kepada Komisi VII, untuk mencabut subsidi gas elpiji 3 kilogram. Namun tentu saja menurut Bambang, pencabutan subsidi elpiji tidak bisa serta merta dilakukan. Harus ada solusi dari pemerintah, agar masyarakat miskin tetap bisa memenuhi kebutuhan energi dengan harga terjangkau, salah satunya dengan penggunaan gas bumi, yang harganya jauh lebih murah dibandingkan elpiji.
Sigit
(933 views)