Sejumlah apotik yang baru berdiri di hampir seluruh kecamatan, belum memiliki tenaga farmasi. Demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi.
Kepada sejumlah wartawan Hafidi menjelaskan, dari hasil amatannya di lapangan, saat ini banyak tumbuh apotik baru di seluruh kecamatan. Namun sayangnya, pertumbuhan itu belum diimbangi dengan tenaga farmasi.
Sesuai dengan aturan yang ada, sebuah apotik harus memiliki tenaga farmasi, atau yang biasa disebut dengan apoteker. Hafidi mengaku kawatir, jika tidak memiliki seorang apoteker, obat yang diberikan kepada masyarakat akan salah.
Sejauh ini Hafidi belum mengetahui secara pasti, bagaimana Dinas Kesehatan menyikapi persoalan tersebut. Seharusnya ijin apotik tidak boleh dikeluarkan, jika belum memiliki tenaga apoteker.
Atas persoalan tersebut, Hafidi mengaku akan segera memanggil Dinas Kesehatan, untuk melakukan evaluasi bersama.
(832 views)