Meski lebaran telah usai, harga daging ayam di pasaran masih cukup tinggi. Padahal ketersediaan stock masih lebih dari cukup jika hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal. Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Perikanan Dan Kelautan Jember Mahfud Afandi.
Menurut Mahfud, jumlah produksi daging ayam di Kabupaten Jember kurang lebih 50 ton per hari. Sementara kebutuhan konsumsi lokal rata-rata perhari hanya 30 ton. Artinya masih over stock sebanyak 20 ton lebih perhari.
Mahfud memperkirakan, masih tingginya harga daging ayam akibat tingginya permintaan dari luar daerah. Sebab selain memenuhi kebutuhan lokal, produksi daging ayam Jember juga dikirim ke Surabaya, Sidoarjo, Bali dan NTB. Sehingga meski stock masih cukup, karena tingginya permintaan hukum pasar berlaku.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga daging ayam mencapai 36 hingga 38 ribu rupiah perkilogram. Padahal di hari biasa harga daging ayam hanya 28 ribu rupiah perkilogram. Sementara harga di tingkat petani justru mengalami penurunan, yang sebelum lebaran lalu mencapai 25 ribu rupiah perkilogram, saat ini turun menjadi 18 ribu rupiah perkilogram.
(887 views)