Kesulitan Anggaran Salah Satu SMA Favorit Mundur Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Salah satu sekolah negeri di kawasan kota, mengajukan pengunduran diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab dengan adanya larangan menarik pungutan dari orang tua siswa, sekolah mengalami kesulitan anggaran untuk membayar iuran BPJS.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jember Cahyaning Indriasari menjelaskan, beberapa waktu lalu memang salah satu SMA favorite di Jember menyatakan akan mundur sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Padahal selama ini sekolah tersebut menjadi sekolah percontohan, karena peduli dan tertib sebagai peserta BPJS.

Ketika ditanya alasan pengunduran dirinya lanjut Cahyaning, mereka menyatakan bahwa dalam tahun ajaran baru mendatang, ada larangan sekolah menarik pungutan dengan alasan apapun. Sehingga jangankan untuk membayar iuran BPJS, untuk gaji tenaga honorer saja akan dikurangi hingga 50 persen dari biasanya.

Lebih jauh Cahyaning menjelaskan, di sekolah tersebut terdaftar 24 orang peserta aktif, yang mayoritas tercatat sebagai tenaga honorer. Sesuai aturan menurut Cahyaning, jika akan mengundurkan diri peserta BPJS harus memiliki alasan yang jelas. Dalam hal ini dirinya meminta pihak sekolah, melampirkan surat keputusan bupati atau Dinas Pendidikan, tentang larangan sekolah menarik pungutan dari orang tua siswa.

(811 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.