Mengatasi tingginya harga gula menjelang Ramadhan, Selasa siang DPRD bersama Polres Jember, melakukan sidak di Pabrik Gula Semboro. Sebab berdasarkan informasi yang terungkap dalam rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah, masih ada sedikitnya 1600 ton lebih gula, tersimpan di Gudang PG semboro.
Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi menjelaskan, dari hasil sidak yang dilakukan bersama Polres Jember, memang di dalam Gudang PG Semboro masih tersimpan gula hasil lelang tahun lalu sekitar 300 ton. Sayangnya PG semboro tidak mengetahui para pemenang lelang, karena proses lelang dilakukan kantor pusat PTPN 11 di Surabaya.
Ayub meminta aparat kepolisian menelusuri kemungkinan adanya praktek mafia gula. Sebab dengan kapasitas produksi sekali giling menghasilkan 44 ribu ton gula, mestinya ketersediaan gula di Jember melimpah. Namun nyatanya terdapat margin yang cukup besar, dari harga lelang senilai 11 ribu rupiah, dijual di pasaran mencapai 17 ribu rupiah perkilogram.
Sementara General Manager PG Semboro Imam Cipto Suyitno ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya sisa stok gula di Gudang PG Semboro. Namun menurut Imam, ratusan ton gula tersebut sudah ada pemiliknya, dari proses lelang tahun lalu.
Imam mengaku tidak mengetahui, kenapa pemenang lelang mengambil gula tersebut dari gudang, setiap hari sedikit demi sedikit. Bahkan Imam juga mengaku tidak tahu siapa saja pemilik gula yang ada di gudangnya, karena proses lelang dilakukan di kantor pusat PTPN 11 di Surabaya.
Lebih jauh Imam menerangkan, sebenarnya PG Semboro sendiri menginginkan seluruh gula tersebut segera bisa keluar dari Gudang PG, agar gudang yang ada bisa dibersihkan untuk persiapan giling berikutnya. PG Semboro sendiri menurut Imam, mulai Selasa malam akan melakukan proses giling pertama. Sehingga keberadaan gudang sangat diperlukan.
(967 views)